Penyuluhan diet sehat bagi penderita diabetes digelar di aula utama

Admin/ Maret 6, 2026/ berita

Penyakit diabetes melitus sering kali disebut sebagai “ibu” dari berbagai komplikasi penyakit kronis lainnya jika tidak dikelola dengan manajemen gaya hidup yang disiplin. Guna meningkatkan kesadaran pasien, kegiatan Penyuluhan diet sehat diselenggarakan oleh RSU Mum Citra Husada dengan menghadirkan ahli gizi dan dokter spesialis penyakit dalam. Edukasi ini menjadi sangat krusial karena banyak penderita yang masih merasa bingung dalam mengatur pola makan harian mereka tanpa harus merasa tersiksa oleh rasa lapar. Fokus utama dari pertemuan ini adalah memberikan pemahaman mendalam mengenai indeks glikemik makanan dan bagaimana cara menyusun menu seimbang yang tetap lezat namun aman bagi stabilitas kadar gula darah dalam tubuh.

Dalam sesi Penyuluhan diet sehat tersebut, para peserta diajarkan mengenai konsep piring makan model “T” yang membagi porsi antara karbohidrat kompleks, protein, dan serat dari sayuran. Penggunaan pemanis buatan yang aman serta pemilihan jenis minyak untuk memasak juga menjadi topik diskusi yang menarik bagi ibu-ibu rumah tangga yang hadir. Diet bagi penderita diabetes bukanlah tentang berpantang makan secara ekstrem, melainkan tentang pengaturan jadwal makan yang teratur dan porsi yang terkendali agar tidak terjadi lonjakan glukosa secara tiba-tiba setelah makan. Pemahaman mengenai nutrisi ini diharapkan dapat membantu pasien dalam mengontrol penyakit mereka secara mandiri di rumah tanpa harus selalu bergantung pada dosis obat yang tinggi.

Selain teori, dalam acara Penyuluhan diet sehat ini juga dilakukan demonstrasi memasak menu sehat yang rendah kalori namun kaya akan nutrisi makro dan mikro. Para staf medis menekankan pentingnya menghindari makanan olahan dan minuman manis yang mengandung sirup jagung tinggi fruktosa karena dapat memperburuk resistensi insulin. Peserta juga diberikan brosur yang berisi daftar padanan bahan makanan, sehingga mereka bisa lebih fleksibel dalam mengganti menu harian tanpa merusak rencana diet yang telah ditetapkan oleh dokter. Interaksi tanya jawab yang aktif antara pasien dan ahli gizi menunjukkan bahwa edukasi tatap muka seperti ini jauh lebih efektif dalam mengubah perilaku makan dibandingkan hanya memberikan resep obat saat pemeriksaan rutin.

Share this Post