Mengapa Otot Nyeri setelah Olahraga? Mengenal Fisiologi DOMS
Hampir semua orang yang baru memulai rutin olahraga atau meningkatkan intensitas latihannya pernah merasakan pegal-pegal yang hebat satu atau dua hari setelahnya, fenomena ini disebut Fisiologi DOMS (Delayed Onset Muscle Soreness). Berbeda dengan rasa sakit tajam yang dirasakan saat cedera mendadak, DOMS biasanya muncul 24 hingga 48 jam pasca-aktivitas fisik. Rasa nyeri ini sering kali disalahpahami sebagai penumpukan asam laktat, padahal secara ilmiah, DOMS adalah tanda bahwa otot Anda sedang mengalami proses adaptasi dan perbaikan setelah diberikan beban kerja yang melebihi batas biasanya.
Secara mendalam, Fisiologi DOMS terjadi karena adanya kerusakan mikroskopis pada serat otot dan jaringan ikat di sekitarnya. Hal ini paling sering dipicu oleh gerakan eksentrik, yaitu gerakan di mana otot memanjang saat sedang berkontraksi, seperti saat menahan beban saat turun dalam gerakan squat atau saat berlari menuruni bukit. Kerusakan kecil ini memicu respon peradangan ringan dalam tubuh, yang kemudian menarik sel-sel imun untuk memperbaiki jaringan yang rusak. Proses perbaikan inilah yang menyebabkan rasa kaku dan sensitivitas pada otot saat disentuh atau digerakkan, namun hasil akhirnya adalah otot yang lebih kuat dan lebih besar dari sebelumnya.
Memahami Fisiologi DOMS sangat penting agar Anda tidak merasa takut atau berhenti berolahraga saat merasakan nyeri tersebut. Sebenarnya, DOMS adalah indikator bahwa tubuh Anda sedang melakukan “pembangunan ulang” untuk menjadi lebih tangguh menghadapi beban serupa di masa depan. Namun, penting untuk bisa membedakan antara nyeri adaptasi yang normal dan nyeri cedera yang berbahaya. Jika rasa sakitnya sangat terlokalisasi pada sendi, disertai pembengkakan hebat, atau tidak kunjung membaik setelah satu minggu, itu mungkin bukan sekadar DOMS dan memerlukan penanganan medis yang lebih serius dari tenaga profesional.
Untuk meredakan ketidaknyamanan akibat Fisiologi DOMS, Anda tidak perlu berhenti bergerak sepenuhnya. Istirahat aktif seperti jalan santai, peregangan ringan, atau berenang dapat membantu meningkatkan aliran darah ke otot yang cedera dan mempercepat proses pemulihan. Mandi air hangat atau penggunaan kompres dingin juga dapat memberikan efek relaksasi pada serabut saraf yang meradang. Nutrisi yang kaya akan protein dan hidrasi yang cukup sangat krusial dalam menyediakan bahan baku bagi sel-sel otot untuk melakukan regenerasi. Ingatlah bahwa pemulihan adalah bagian yang sama pentingnya dengan latihan itu sendiri dalam siklus kebugaran yang sehat.
